Rabu, 11 Juni 2014

Sejarah Ekonomi

Ekonomi, atau dalam bahasa inggris “economy” jika kita runut ke belakang, berasal dari bahasa Yunani. “Oἰκονόμος” yang berarti seseorang yang mengatur rumah tangga (merupakan gabungan dari kata οἴκος (rumah) dan νέμω (managemen; distribusi)) dan “οἰκονομία” (“management rumah tangga). Dari awal mula kata tersebut, ekonomi memang berasal dari lingkaran terdekat dalam kehidupan kita, yaitu keluarga.

Ekonomi selalu ada selama terdapat proses produksi, penyediaan barang dan jasa, serta distribusinya. Ekonomi berkembang ketika masyarakat tumbuh besar dan menjadi lebih kompleks. Orang-orang Sumeria mengembangkan ekonomi dengan skala besar melalui komoditas uang. Sementara orang-orang Babilonia dan negara-negara kota di sekitarnya mengembangkan sistem awal ekonomi, dalam hal aturan/ undang-undang tentang utang, kontrak hukum dan kode hukum yang berkaitan dengan praktek bisnis, dan milik pribadi. Babilonia dan tetangga-tetangganya tersebut mengembangkan bentuk-bentuk ekonomi yang bisa dibandingkan dengan kondisi saat ini dengan konsep masyarakat sipil (hukum). Mereka mengembangkan apa yang kini disebut sebagai sistem hukum dan administrasi, lengkap dengan pengadilan, penjara, dan catatan pemerintahnya.

Beberapa abad setelah penemuan tulisan paku (cuneiform), penggunaan kemampuan menulis mulai digunakan untuk pencatatan utang/pembayaran dan daftar persediaan barang. Hal tersebut pertamakali diterapkan sekitar tahun 2600 SM, termasuk pengembangan penulisan pesan, surat, sejarah, legenda, matematika, catatan astronomi, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Pencatatan barang kepemilikan pribadi, jumlah bunga atas utang, aturan untuk kompensasi properti dan moneter tentang kerusakan properti atau kerusakan fisik pada seseorang, denda untuk berbagai pelanggaran yang dilakukan, dan kompensasi berupa uang untuk berbagai pelanggaran hukum formal yang standar untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Ekonomi kuno pada saat itu berbasis pada pertanian untuk konsumsi. Mata uang pertama yang digunakan pada saat itu adalah Shekel. Mata uang ini digunakan berdasarkan berat dan nilainya, seperti perak, perunggu, tembaga, dan lain-lain yang dihargai berdasarkan nilai dan berat yang digunakan. Sama halnya British Pound yang awalnya dihargai berdasarkan massa satu pon perak. Masa itu juga mengenal istilah barter. Bagi kebanyakan orang pertukaran barang terjadi melalui hubungan sosial. Ada juga beberapa orang yang yang melakukan barter di pasar. Ekonomi di sini didorong untuk mengatasi kelangkaan.

Memasuki zaman Abad Pertengahan, ekonomi tidak jauh dari tingkat subsisten. Pertukaran kebanyakan terjadi dalam kelompok sosial. Pada masa ini para pedagang besar mengembangkan modal usaha untuk membiayai porduksinya. Modal harus dikembalikan dengan barang yang mereka akan dapatkan di Dunia Baru. Pedagang seperti Jakob Fugger (1459-1525) dan Giovanni di Bicci de ‘Medici (1360-1428) mendirikan bank pertama . Christopher Columbus (1451-1506) dan Vasco da Gama (1469-1524) menyebabkan perekonomian global pertama. Pada 1513 bursa efek pertama didirikan di Antwerpen. Ekonomi pada saat itu diutamakan untuk perdagangan.

Pada awal era modern, Negara-negara Eropa yang berkembang seperti Spanyol, Portugal, Inggris, Perancis, dan Belanda berusaha mengontrol perdagangan melalui bea masuk dan pajak untuk melindungi perekonomian nasional mereka. Apa yang dilakukan Negara-negara tersebut kemudian dikenal dengan paham merkantilisme (dari kata Mercator; latin Merchant yang sekarang dikenal dengan proteksionisme) yang merupakan pendekatan pertama yang menengahi antara kekayaan pribadi dan dengan kepentingan umum.

Sekularisasi di Eropa memungkinkan negara untuk menggunakan properti besar gereja untuk pengembangan kota. Pengaruh para bangsawan menurun. Untuk pertamakalinya para sekretaris ekonomi Negara memulai pekerjaan mereka. Bankir seperti Amschel Mayer Rothschild (1773-1855) mulai membiayai proyek-proyek nasional seperti perang dan infrastruktur. Ekonomi sejak saat itu berarti perekonomian nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi warga negara.
Ekonom pertama yang berhasil mendefinisikan ekonomi nasional adalah Adam Smith (1723-1790). Pakar ekonomi dari Skotlandia tersebut mendefinisikan elemen ekonomi nasional: Produk ditawarkan dengan harga alami yang dihasilkan melalui kompetisi – penawaran dan permintaan – dan pembagian kerja. Dia berpendapat bahwa  bahwa motif dasar untuk perdagangan bebas adalah kepentingan diri manusia. Thomas Malthus (1766-1834) memakai gagasan penawaran dan permintaan Adam Smiith  terhadap masalah kelebihan penduduk. Amerika Serikat menjadi tempat di mana jutaan ekspatriat dari semua negara Eropa mencari evolvement ekonomi bebas.

Revolusi industri terjadi  pada abad ke 18 hingga abad ke-19 di mana perubahan besar di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, dan transportasi telah berpengaruh besar pada kondisi sosial ekonomi dan budaya mulai di Inggris, yang kemudian menyebar ke seluruh Eropa, Amerika Utara, dan akhirnya dunia.

Terjadinya Revolusi Industri ditandai titik balik besar dalam sejarah manusia, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari akhirnya dipengaruhi dalam beberapa cara. Di Eropa kapitalisme liar mulai mengganti sistem merkantilisme (hari ini: proteksionisme) dan menyebabkan pertumbuhan ekonomi. Masa  ini disebut sebagai periode revolusi industri karena sistem produksi dan pembagian kerja memungkinkan produksi massal barang.

Setelah kekacauan yang diakibatkan dua Perang Dunia, pembuat kebijakan mencari cara baru untuk mengontrol jalannya perekonomian. Friedrich August von Hayek (1899-1992) dan Milton Friedman (1912-2006) kemudian memerkenalkan kita pada perdagangan bebas global yang kemudian dianggap sebagai bapak dari neoliberalisme.

Namun, pandangan yang berlaku adalah bahwa pandangan dari John Maynard Keynes (1883-1946), yang berpendapat bahwa negara harus memiliki control yang kuat terhadap pasar. Teorinya menyebutkan bahwa negara dapat meringankan masalah ekonomi dan memicu pertumbuhan ekonomi melalui manipulasi keadaan permintaan agregat, yang kemudian dikenal dengan Keynesianisme.

Pada akhir 1950-an pertumbuhan ekonomi di Amerika dan Eropa-sering disebut Wirtschaftswunder (Jerman: keajaiban ekonomi)-membawa sebuah bentuk baru ekonomi: massa ekonomi konsumsi. Pada tahun 1958 John Kenneth Galbraith (1908-2006) adalah orang pertama yang berbicara tentang masyarakat yang makmur. Dalam sebagian besar negara, sistem ekonomi disebut ekonomi pasar sosial.

Dengan jatuhnya tirai besi dan transisi dari negara-negara Blok Timur menuju pemerintahan yang demokratis dan menjunjung ekonomi pasar, ide tentang masyarakat pasca-industri dibawa ke dalam peran penting untuk menandai masuknya sektor jasa dalam industrialisasi, serta meningkatnya kebutuhan dan penilaian serta pengetahuan dan kreativitas untuk bisnis. Bahkan ide tentang masyarakat pasca-industri sudah dimulai sejak 70-an tetapi istilah tersebut baru digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan pertumbuhan ekonomi seperti China pada masa itu (istilah ini khusus digunakan oleh Bill Clinton dalam pidatonya tentang Republik Cina pada 1998).

Seiring dengan penyebaran Internet sebagai media massa dan media komunikasi terutama setelah 2000-2001, ide untuk Internet dan informasi ekonomi semakin memiliki tempat tersendiri karena semakin pentingnya e-commerce dan bisnis elektronik,.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar