Ekonomi, atau dalam bahasa inggris “economy” jika kita runut ke belakang, berasal dari bahasa Yunani. “Oἰκονόμος” yang berarti seseorang yang mengatur rumah tangga (merupakan gabungan dari kata οἴκος (rumah) dan νέμω (managemen; distribusi)) dan “οἰκονομία”
(“management rumah tangga). Dari awal mula kata tersebut, ekonomi
memang berasal dari lingkaran terdekat dalam kehidupan kita, yaitu
keluarga.
Ekonomi selalu ada selama terdapat proses produksi, penyediaan barang
dan jasa, serta distribusinya. Ekonomi berkembang ketika masyarakat
tumbuh besar dan menjadi lebih kompleks. Orang-orang Sumeria
mengembangkan ekonomi dengan skala besar melalui komoditas uang.
Sementara orang-orang Babilonia dan negara-negara kota di sekitarnya
mengembangkan sistem awal ekonomi, dalam hal aturan/ undang-undang
tentang utang, kontrak hukum dan kode hukum yang berkaitan dengan
praktek bisnis, dan milik pribadi. Babilonia dan tetangga-tetangganya
tersebut mengembangkan bentuk-bentuk ekonomi yang bisa dibandingkan
dengan kondisi saat ini dengan konsep masyarakat sipil (hukum). Mereka
mengembangkan apa yang kini disebut sebagai sistem hukum dan
administrasi, lengkap dengan pengadilan, penjara, dan catatan
pemerintahnya.
Beberapa abad setelah penemuan tulisan paku (cuneiform),
penggunaan kemampuan menulis mulai digunakan untuk pencatatan
utang/pembayaran dan daftar persediaan barang. Hal tersebut pertamakali
diterapkan sekitar tahun 2600 SM, termasuk pengembangan penulisan pesan,
surat, sejarah, legenda, matematika, catatan astronomi, dan
kegiatan-kegiatan lainnya. Pencatatan barang kepemilikan pribadi, jumlah
bunga atas utang, aturan untuk kompensasi properti dan moneter tentang
kerusakan properti atau kerusakan fisik pada seseorang, denda untuk
berbagai pelanggaran yang dilakukan, dan kompensasi berupa uang untuk
berbagai pelanggaran hukum formal yang standar untuk pertama kalinya
dalam sejarah.
Ekonomi kuno pada saat itu berbasis pada pertanian untuk konsumsi.
Mata uang pertama yang digunakan pada saat itu adalah Shekel. Mata uang
ini digunakan berdasarkan berat dan nilainya, seperti perak, perunggu,
tembaga, dan lain-lain yang dihargai berdasarkan nilai dan berat yang
digunakan. Sama halnya British Pound yang awalnya dihargai berdasarkan
massa satu pon perak. Masa itu juga mengenal istilah barter. Bagi
kebanyakan orang pertukaran barang terjadi melalui hubungan sosial. Ada
juga beberapa orang yang yang melakukan barter di pasar. Ekonomi di sini
didorong untuk mengatasi kelangkaan.
Memasuki zaman Abad Pertengahan, ekonomi tidak jauh dari tingkat
subsisten. Pertukaran kebanyakan terjadi dalam kelompok sosial. Pada
masa ini para pedagang besar mengembangkan modal usaha untuk membiayai
porduksinya. Modal harus dikembalikan dengan barang yang mereka akan
dapatkan di Dunia Baru. Pedagang seperti Jakob Fugger (1459-1525) dan
Giovanni di Bicci de ‘Medici (1360-1428) mendirikan bank pertama .
Christopher Columbus (1451-1506) dan Vasco da Gama (1469-1524)
menyebabkan perekonomian global pertama. Pada 1513 bursa efek pertama
didirikan di Antwerpen. Ekonomi pada saat itu diutamakan untuk
perdagangan.
Pada awal era modern, Negara-negara Eropa yang berkembang seperti
Spanyol, Portugal, Inggris, Perancis, dan Belanda berusaha mengontrol
perdagangan melalui bea masuk dan pajak untuk melindungi perekonomian
nasional mereka. Apa yang dilakukan Negara-negara tersebut kemudian
dikenal dengan paham merkantilisme (dari kata Mercator; latin Merchant
yang sekarang dikenal dengan proteksionisme) yang merupakan pendekatan
pertama yang menengahi antara kekayaan pribadi dan dengan kepentingan
umum.
Sekularisasi di Eropa memungkinkan negara untuk menggunakan properti
besar gereja untuk pengembangan kota. Pengaruh para bangsawan menurun.
Untuk pertamakalinya para sekretaris ekonomi Negara memulai pekerjaan
mereka. Bankir seperti Amschel Mayer Rothschild (1773-1855) mulai
membiayai proyek-proyek nasional seperti perang dan infrastruktur.
Ekonomi sejak saat itu berarti perekonomian nasional yang bertujuan
untuk meningkatkan kegiatan ekonomi warga negara.
Ekonom pertama yang berhasil mendefinisikan ekonomi nasional adalah
Adam Smith (1723-1790). Pakar ekonomi dari Skotlandia tersebut
mendefinisikan elemen ekonomi nasional: Produk ditawarkan dengan harga
alami yang dihasilkan melalui kompetisi – penawaran dan permintaan – dan
pembagian kerja. Dia berpendapat bahwa bahwa motif dasar untuk
perdagangan bebas adalah kepentingan diri manusia. Thomas Malthus
(1766-1834) memakai gagasan penawaran dan permintaan Adam Smiith
terhadap masalah kelebihan penduduk. Amerika Serikat menjadi tempat di
mana jutaan ekspatriat dari semua negara Eropa mencari evolvement
ekonomi bebas.
Revolusi industri terjadi pada abad ke 18 hingga abad ke-19 di mana
perubahan besar di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, dan
transportasi telah berpengaruh besar pada kondisi sosial ekonomi dan
budaya mulai di Inggris, yang kemudian menyebar ke seluruh Eropa,
Amerika Utara, dan akhirnya dunia.
Terjadinya Revolusi Industri ditandai titik balik besar dalam sejarah
manusia, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari akhirnya dipengaruhi
dalam beberapa cara. Di Eropa kapitalisme liar mulai mengganti sistem
merkantilisme (hari ini: proteksionisme) dan menyebabkan pertumbuhan
ekonomi. Masa ini disebut sebagai periode revolusi industri karena
sistem produksi dan pembagian kerja memungkinkan produksi massal barang.
Setelah kekacauan yang diakibatkan dua Perang Dunia, pembuat
kebijakan mencari cara baru untuk mengontrol jalannya perekonomian.
Friedrich August von Hayek (1899-1992) dan Milton Friedman (1912-2006)
kemudian memerkenalkan kita pada perdagangan bebas global yang kemudian
dianggap sebagai bapak dari neoliberalisme.
Namun, pandangan yang berlaku adalah bahwa pandangan dari John
Maynard Keynes (1883-1946), yang berpendapat bahwa negara harus memiliki
control yang kuat terhadap pasar. Teorinya menyebutkan bahwa negara
dapat meringankan masalah ekonomi dan memicu pertumbuhan ekonomi melalui
manipulasi keadaan permintaan agregat, yang kemudian dikenal dengan
Keynesianisme.
Pada akhir 1950-an pertumbuhan ekonomi di Amerika dan Eropa-sering
disebut Wirtschaftswunder (Jerman: keajaiban ekonomi)-membawa sebuah
bentuk baru ekonomi: massa ekonomi konsumsi. Pada tahun 1958 John
Kenneth Galbraith (1908-2006) adalah orang pertama yang berbicara
tentang masyarakat yang makmur. Dalam sebagian besar negara, sistem
ekonomi disebut ekonomi pasar sosial.
Dengan jatuhnya tirai besi dan transisi dari negara-negara Blok Timur
menuju pemerintahan yang demokratis dan menjunjung ekonomi pasar, ide
tentang masyarakat pasca-industri dibawa ke dalam peran penting untuk
menandai masuknya sektor jasa dalam industrialisasi, serta meningkatnya
kebutuhan dan penilaian serta pengetahuan dan kreativitas untuk bisnis.
Bahkan ide tentang masyarakat pasca-industri sudah dimulai sejak 70-an
tetapi istilah tersebut baru digunakan sebagai istilah umum untuk
menggambarkan pertumbuhan ekonomi seperti China pada masa itu (istilah
ini khusus digunakan oleh Bill Clinton dalam pidatonya tentang Republik
Cina pada 1998).
Seiring dengan penyebaran Internet sebagai media massa dan media
komunikasi terutama setelah 2000-2001, ide untuk Internet dan informasi
ekonomi semakin memiliki tempat tersendiri karena semakin pentingnya
e-commerce dan bisnis elektronik,.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar