Sabtu, 21 Juni 2014

Indikator Pembangunan Ekonomi


INDIKATOR PEMBANGUNAN EKONOMI
Oleh: Hairul Ilhami, SE.,MM


Indikator-Indikator kunci pembangunan secara garis besar pada dasarnya dapat diklasifikasikan menjadi :
1. Indikator Ekonomi  adalah GNP (GNI) per kapita laju pertumbuhan ekonomi, GDP per kapita dengan purchasing power parity.
Bank dunia (2003) mengklasifikasikan Negara berdasarkan tingkatan GNI per kapitanya sebagai berikut :
a. Negara berpenghasilan rendah (Low-income economies) adalah kelompok Negara-negara dengan GNI per kapita kurang atau sama dengan US$ 745 pada tahun 2001.
b. Negara berpenghasilan menengah (Middle-income economies) adalah kelompok Negara-negara dengan GNI per kapita lebih dari US$ 745 namun kurang dari US$ 8.626 pada tahun 2001. dalam kelompok Negara berpenghasilan menengah dibagi menjadi :
·         Negara berpenghasilan menengah papan bawah (Lowe-middle-income economies) dengan GNI per kapita antara US$ 746 hingga US$ 2.975.
·         Negara berpenghasilan menengah papan atas (Upper-income economies) dengan GNI per kapita antara US$ 2.976 hingga US$ 9.205
c. Negara berpenghasilan tinggi (High-income economies) adalah kelompok Negara-negara dengan GNI per kapita US$ 9.206 atau lebih pada tahun 2001
d. Dunia (world) meliputi semua Negara di dunia, termasuk Negara-negara yang datanya langka dan dengan penduduk lebih dari 30.000 jiwa.

Namun pada umumnya, Negara sedang berkembang (NSB)memiliki karakteristik yang relative sama yaitu :
a. Tingkat kehidupan rendah dengan ciri penghasilan rendah, ketimpangan distribusi pendapatan tinggi, rendahnya tingkat kesehatan dan pendidikan.
b. Tingkat produktivitasnya rendah
c. Pertumbuhan penduduk dan beban ketergantungannya tinggi
d. Tingkat pengangguran dan setengah mengganggunya tinggi dan cenderung meningkat.
e. Ketergantungan terhadap produksi pertanian dan ekspor produk primer demikian signifikan.
f. Dominan, tergantung, dan rentan dalam hubungan internasional.

GNP (GNI) Per Kapita dengan Purchasing Power Parity
Perbandingan antar Negara berdasarkan GNP per kapita seringkali menyesatkan. Ini disebabkan adanya pengkonversian penghasilan suatu Negara ke dalam satu mata uang yang sama (Baca : dollar AS) dengan kurs remsi. Kurs nominal ini tidak mencerminkan kemampuan relative daya beli mata uang yang berlainan, sehingga kesalahan sering muncul saat dilakukan perbandingan kinerja antar Negara. Oleh karena itu, purchasing power parity(PPP) dianjurkan sebagai alat pengkonversi GNP dalam mata uang  local ke dolar.
Secara teoritis, bila hokum harga tunggal (the law of one price) berlaku untuk segala jenis barang dan jasa, kurs PPP dapat dijumpai pada sejumlah harga. Dalam khasanah teori PPP dikenal dua versi PPP yaitu : versi absolute dan versi relative.
Gross National Income (GNI) merupakan penjumlahan dari nilai tambah semua hasil produksi nasional ditambah pajak (tidak termasuk subsidi). Sedangkan output dan tambahan penghasilan dari luar negeri tidak dimasukkan dalam penghitungan. GNI per kapita adalah pendapatan nasional bruto dibagi jumlah populasi penduduk.

2. Indikator Sosial adalah HDI (Human Development Index) dan PQLI (Physical Quality Life Index) atau indeks mutu hidup.
a. Indikator Sosial sebagai alternatif indicator pembangunan
GNP per kapita sebagai ukuran tingkat kesejahteraan mempunyai banyak kelemahan. Kelemahan umum yang sering dikemukakan adalah tingkat memasukkan produksi yang tidak melalui pasar seperti dalam perekonomian subsisten, jasa ibu rumah tangga, transaksi barang bekas, kerusakan lingkungan, dan masalah distribusi pendapatan. Akibatnya bermunculan upaya untuk memperbaiki maupun menciptakan indicator lain sebagai pelengkap ataupun alternatif dari indicator kemakmuran yang tradisional.
Daftar indicator kunci pembangunan sosial-ekonomi versi UNRISD
·     Harapan hidup
·     Persentase penduduk di daerah sebanyak 20.000 atau lebih
·     Konsumsi protein hewani per kapita per hari
·     Kombinasi tingkat pendidikan dasar dan menengah
·     Rasio pendidikan luar sekolah
·     Rata-rata jumlah orang per kamar
·     Sirkulasi surat kabar per 1000 penduduk
·     Persentase penduduk usia kerja dengan listrik, gas, air, dsb
·     Produksi pertanian per pekerja pria di sector pertanian
·     Persentase tenaga kerja pria dewasa di pertanian
·     Konsumsi listrik, kw per kapita
·     Konsumsi baja, kg per kapita
·     Konsumsi energi, ekuivalen kg batubara per kapita
·     Persentase sector manufaktur dalam GDP
·     Perdagangan luar negeri per kapita
·     Persentase penerima gaji dan upah terhadap angkatan kerja.
b. Indeks Mutu Hidup (PQLI)
Untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat, Morris D. Morris memperkenalkan Physical Quality Life Index (PQLI), yang lazim diterjemahkan sebagai indeks Mutu Hidup (IMH). PQLI merupakan indeks komposit (gabungan) dari 3 indikator yaitu :
·     Harapan hidup pada usia satu tahun
·     Angka kematian
·     Tingkat melek huruf.
Untuk masing-masing indicator, kinerja ekonomi suatu Negara dinayatakan dalam skala 1 hingga 100, di mana 1 merupakan kinerja terjelek, sedang 100 adalah kinerj terbaik.
c. Human Development Index (HDI)
Seperti halnya PQLI, HDI mencoba merangking semua Negara dalam skala 0 (sebagai tingkatan pembangunan manusia yang terendah) hingga 1 (Pembangunan manusia yang tertinggi) berdasarkan atas 3 tujuan atau produk pembangunan , yaitu :
·     Usia panjang yang diukur dengan tingkat harapan hidup
·     Pengetahuan yang diukur dengan rata-rata tertimbang dari jumlah orang dewasa yang dapat membaca (Diberi bobot dua pertiga) dan rata-rata tahun sekolah (diberi bobot sepertiga)
·     Penghasilan yang dikur dengan pendapatanper kapita riil yang telah disesuaikan, yaitu disesuaikan menurut daya beli mata uang masing-masing Negara dan asumsi menurunnya utilitas marginal penghasilan dengan cepat.

Kisaran antara nilai minimum dan maksimum untuk indicator yang tercakup sebagai komponen HDI adalah (UNSFIRS, 2000) :
·     Harapan hidup kelahiran                                 : 25 – 85 (Standar UNDP)
·     Tingkat melek huruf                                        : 0 – 100 (Standar UNDP)
·     Rata-rata lama sekolah                                    : 0 – 15 (Standar UNDP)
·     Konsumsi per kapita yang disesuaikan           : 300.000 – 732.720

Keterkaitan Antar Indikator
Keterkaitan antara pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, dan demokrasi yaitu pembangunan manusia berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui demokrasi. Pengaruh langsung pembangunan manusia terhadap pertumbuhan (hubungan 1) bahwa tingkat melek huruf yang tinggi, tingkat kematian bayi yang rendah, dan tingkat kesenjangan dan kemiskinan yang rendahmemberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat di Asia Timur dan Tenggara
Pengaruh tidak langsung pembangunan manusia terhadap pertumbuhan melalui konsolidasi demokrasi. Tingkat melek huruf yang tinggi, kesehatan yang baik dan kesamaan kesempatan memungkinkan partisipasi masyarakat dalam proses politik dan membantu dalam membangunan consensus atas tujuan pembangunan (hubungan2). Demokrasi yang partisipatif merupakan alat yang efektif bagi pengumpulan suara dan resolusi konflik, dan pada gilirannya meningkatkan stabilitas politk dan sosial. Dengan memberdayakan masyarakat dan inisiatif local maka efisiensi pilihan investasi dan penyediaan jasa meningkat.

Pengertian Ekonomi Pembangunan dan Pembangunan Ekonomi

PENGERTIAN EKONOMI PEMBANGUNAN DAN

PEMBANGUNAN EKONOMI
Ekonomi  pembangunan: ilmu yang mengajari tentang pembangunan di bidang ekonomi.
Definisi Pembangunan Ekonomi :
Suatu proses di mana pendapatan per kapita suatu Negara meningkat selama kurun waktu yang panjang, dengan catatan bahwa jumlah penduduk yang hidup di bawah “garis kemiskinan absolute” tidak meningkat dan distribusi pendapatan tidak semakin timpang.
Yang dimaksud  dengan proses adalah berlangsungnya kekuatan-kekuatan tertentu yang saling berkaitan dan mempengaruhi. Dengan kata lain, pembangunan ekonomi lebih dari sekedar pertumbuhan ekonomi. Proses pembangunan menghendaki adanya pertumbuhan ekonomi yang diikuti dengan perubahan dalam :
1.      Perubahan struktur ekonomi : dari pertanian ke industri atau jasa
2.      Perubahan kelembagaan, baik lewat regulasi maupun reformasi kelembagaan itu sendiri.
 
ADA 3 KATA KUNCI DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI :
1. Suatu proses, yang terjadi secara terus-menerus (Berkesinambungan)
2. Adanya usaha untuk meningkatkan pendapatan per kapita riil
3. Kenaikan per kapita riil yang berjalan dalam jangka panjang

Namun secara implicit dari pengertian diatas terkandung 2 konsep yaitu pertumbuhan dan pembangunan yang satu dengan yang lainnya berbeda tapi saling terkait.
Perbedaannya adalah : jika pertumbuhan menunjukkan peningkatan output dalam pembangunan mencakup peningkatan output yang terkait dengan perubahan tatanan teknis dan institusional.
Perbedaan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi
1.      Lebih bersifat kuantitas yaitu meningkatnya output secara efisien.
2.      Tidak mempersoalkan bertambahnya jumlah penduduk (Populasi) apakah lebih besar ataukah lebih kecil dibandingkan dengan bertambahnya output (GNP)
3.      Penekananya dari aspek produksi/pendapatan nasional dalam jangka panjang.
4.      proses naiknya output per kapita dalam jangka panjang
5.      Pertumbuhan merupakan salah satu kondisi yang menjadi sasaran pembangunan
6.      Pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh pendapatan nasional.
7.      Terjadinya pertumbuhan ekonomi belum tentu terjadi proses pembangunan
Pembangunan ekonomi
1.      Tidak hanya bersifat kuantitatif tapi juga memperhatikan perubahan structural dan lebih bersifat kualitatif (perubahan cara-cara produksi, mutu alat yang digunakan, sikap mental, kelembagaan menuju kesejahteraan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat).
2.      Menunjukkan kenaikan output yang lebih besar dari pada pertambahan penduduk (Populasi)
3.      Tidak hanya pada aspek produksi tapi juga pada aspek pemerataan ekonomi, pemberantasan kemiskinan, keterbelakangan dan kebodohan.
4.      Proses perubahan secara terus menerus dalam upaya menciptakan struktur sosial ekonomi yang lebih baik.
5.      Pembangunan ekonomi merupakan suatu alat / sarana untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi
6.      Pembangunan ekonomi ditentukan oleh banyak factor-faktor lainnya termasuk pertumbuhan
7.      Pembangunan selalu dibarengi dengan proses pertumbuhan
Kriteria / Indikator Keberhasilan Pembangunan
Pembangunan ekonomi suatu Negara banyak ragamnya dan tidak hanya dapat dilihat dari satu aspek ekonomi saja misalnya : Pendapatan nasional, kesempatan kerja, distribusi pendapatan nasional, pembayaran internasional, tingkat harga, perekonomian yang stabil tetapi juga berhubungan dengan aspek sosial misalnya lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan, transportasi, prestasi olah raga dan sebagainya.
Faktor-Faktor yang menjadi hambatan pembangunan ekonomi
1.      bertambahnya jumlah penduduk yang besar
2.      kurangnya modal dan tenaga ahli. Hal ini menyebabkan sumber daya alam belum diolah, produktifitas rendah à pendapatan riil masyarakat rendah à tingkat pengeluaran konsumsi rendah à investasi rendah à pendidikan juga rendah sehingga terjadi istilah lingkaran setan yang tak berujung pangkal.
3.      kurang kesempatan kerja yang ditandai dengan banyaknya tingkat pengangguran
4.      sebagian penduduk bekerja disektor pertanian dengan tehnologi yang tradisional
Dampak positif pembangunan ekonomi
1.      Menambah sarana bagi penyediaan kebutuhan masyarakat
2.      Mengurangi gep perbedaan antara Negara-negara maju dengan Negara-negara berkembang
3.      Mengurangi kemiskinan, kebodohan yang menghambat kesejahteraan masyarakat
4.      Dapat mengatasi laju perkembangan penduduk melalui keluarga berencana (KB) yang akhirnya dapat mengatasi sedikit masalah kesempatan kerja
5.      Meningkatkan kemakmuran dalam arti kekayaan yang dimiliki
6.      Memberikan kesempatan berpolitik dan berbudaya dan berkreasi sehingga dapat memberikan rasa senang pada masyarakat.
7.      Memungkinkan terjadi perubahan-perubahan menuju kearah yang lebih baik
Dampak Negatif Pembangunan ekonomi
1.      Mendorong orang bersifat konsumtif / individualistis.
2.      Berkurangnya sifat gotong royong dalam masyarakat
3.      Dapat merenggangkan hubungan kekeluargaan yang merupakan akar budaya
4.      Adanya pencemaran lingkungan hidup

Rabu, 11 Juni 2014

Sejarah Ekonomi

Ekonomi, atau dalam bahasa inggris “economy” jika kita runut ke belakang, berasal dari bahasa Yunani. “Oἰκονόμος” yang berarti seseorang yang mengatur rumah tangga (merupakan gabungan dari kata οἴκος (rumah) dan νέμω (managemen; distribusi)) dan “οἰκονομία” (“management rumah tangga). Dari awal mula kata tersebut, ekonomi memang berasal dari lingkaran terdekat dalam kehidupan kita, yaitu keluarga.

Ekonomi selalu ada selama terdapat proses produksi, penyediaan barang dan jasa, serta distribusinya. Ekonomi berkembang ketika masyarakat tumbuh besar dan menjadi lebih kompleks. Orang-orang Sumeria mengembangkan ekonomi dengan skala besar melalui komoditas uang. Sementara orang-orang Babilonia dan negara-negara kota di sekitarnya mengembangkan sistem awal ekonomi, dalam hal aturan/ undang-undang tentang utang, kontrak hukum dan kode hukum yang berkaitan dengan praktek bisnis, dan milik pribadi. Babilonia dan tetangga-tetangganya tersebut mengembangkan bentuk-bentuk ekonomi yang bisa dibandingkan dengan kondisi saat ini dengan konsep masyarakat sipil (hukum). Mereka mengembangkan apa yang kini disebut sebagai sistem hukum dan administrasi, lengkap dengan pengadilan, penjara, dan catatan pemerintahnya.

Beberapa abad setelah penemuan tulisan paku (cuneiform), penggunaan kemampuan menulis mulai digunakan untuk pencatatan utang/pembayaran dan daftar persediaan barang. Hal tersebut pertamakali diterapkan sekitar tahun 2600 SM, termasuk pengembangan penulisan pesan, surat, sejarah, legenda, matematika, catatan astronomi, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Pencatatan barang kepemilikan pribadi, jumlah bunga atas utang, aturan untuk kompensasi properti dan moneter tentang kerusakan properti atau kerusakan fisik pada seseorang, denda untuk berbagai pelanggaran yang dilakukan, dan kompensasi berupa uang untuk berbagai pelanggaran hukum formal yang standar untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Ekonomi kuno pada saat itu berbasis pada pertanian untuk konsumsi. Mata uang pertama yang digunakan pada saat itu adalah Shekel. Mata uang ini digunakan berdasarkan berat dan nilainya, seperti perak, perunggu, tembaga, dan lain-lain yang dihargai berdasarkan nilai dan berat yang digunakan. Sama halnya British Pound yang awalnya dihargai berdasarkan massa satu pon perak. Masa itu juga mengenal istilah barter. Bagi kebanyakan orang pertukaran barang terjadi melalui hubungan sosial. Ada juga beberapa orang yang yang melakukan barter di pasar. Ekonomi di sini didorong untuk mengatasi kelangkaan.

Memasuki zaman Abad Pertengahan, ekonomi tidak jauh dari tingkat subsisten. Pertukaran kebanyakan terjadi dalam kelompok sosial. Pada masa ini para pedagang besar mengembangkan modal usaha untuk membiayai porduksinya. Modal harus dikembalikan dengan barang yang mereka akan dapatkan di Dunia Baru. Pedagang seperti Jakob Fugger (1459-1525) dan Giovanni di Bicci de ‘Medici (1360-1428) mendirikan bank pertama . Christopher Columbus (1451-1506) dan Vasco da Gama (1469-1524) menyebabkan perekonomian global pertama. Pada 1513 bursa efek pertama didirikan di Antwerpen. Ekonomi pada saat itu diutamakan untuk perdagangan.

Pada awal era modern, Negara-negara Eropa yang berkembang seperti Spanyol, Portugal, Inggris, Perancis, dan Belanda berusaha mengontrol perdagangan melalui bea masuk dan pajak untuk melindungi perekonomian nasional mereka. Apa yang dilakukan Negara-negara tersebut kemudian dikenal dengan paham merkantilisme (dari kata Mercator; latin Merchant yang sekarang dikenal dengan proteksionisme) yang merupakan pendekatan pertama yang menengahi antara kekayaan pribadi dan dengan kepentingan umum.

Sekularisasi di Eropa memungkinkan negara untuk menggunakan properti besar gereja untuk pengembangan kota. Pengaruh para bangsawan menurun. Untuk pertamakalinya para sekretaris ekonomi Negara memulai pekerjaan mereka. Bankir seperti Amschel Mayer Rothschild (1773-1855) mulai membiayai proyek-proyek nasional seperti perang dan infrastruktur. Ekonomi sejak saat itu berarti perekonomian nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi warga negara.
Ekonom pertama yang berhasil mendefinisikan ekonomi nasional adalah Adam Smith (1723-1790). Pakar ekonomi dari Skotlandia tersebut mendefinisikan elemen ekonomi nasional: Produk ditawarkan dengan harga alami yang dihasilkan melalui kompetisi – penawaran dan permintaan – dan pembagian kerja. Dia berpendapat bahwa  bahwa motif dasar untuk perdagangan bebas adalah kepentingan diri manusia. Thomas Malthus (1766-1834) memakai gagasan penawaran dan permintaan Adam Smiith  terhadap masalah kelebihan penduduk. Amerika Serikat menjadi tempat di mana jutaan ekspatriat dari semua negara Eropa mencari evolvement ekonomi bebas.

Revolusi industri terjadi  pada abad ke 18 hingga abad ke-19 di mana perubahan besar di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, dan transportasi telah berpengaruh besar pada kondisi sosial ekonomi dan budaya mulai di Inggris, yang kemudian menyebar ke seluruh Eropa, Amerika Utara, dan akhirnya dunia.

Terjadinya Revolusi Industri ditandai titik balik besar dalam sejarah manusia, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari akhirnya dipengaruhi dalam beberapa cara. Di Eropa kapitalisme liar mulai mengganti sistem merkantilisme (hari ini: proteksionisme) dan menyebabkan pertumbuhan ekonomi. Masa  ini disebut sebagai periode revolusi industri karena sistem produksi dan pembagian kerja memungkinkan produksi massal barang.

Setelah kekacauan yang diakibatkan dua Perang Dunia, pembuat kebijakan mencari cara baru untuk mengontrol jalannya perekonomian. Friedrich August von Hayek (1899-1992) dan Milton Friedman (1912-2006) kemudian memerkenalkan kita pada perdagangan bebas global yang kemudian dianggap sebagai bapak dari neoliberalisme.

Namun, pandangan yang berlaku adalah bahwa pandangan dari John Maynard Keynes (1883-1946), yang berpendapat bahwa negara harus memiliki control yang kuat terhadap pasar. Teorinya menyebutkan bahwa negara dapat meringankan masalah ekonomi dan memicu pertumbuhan ekonomi melalui manipulasi keadaan permintaan agregat, yang kemudian dikenal dengan Keynesianisme.

Pada akhir 1950-an pertumbuhan ekonomi di Amerika dan Eropa-sering disebut Wirtschaftswunder (Jerman: keajaiban ekonomi)-membawa sebuah bentuk baru ekonomi: massa ekonomi konsumsi. Pada tahun 1958 John Kenneth Galbraith (1908-2006) adalah orang pertama yang berbicara tentang masyarakat yang makmur. Dalam sebagian besar negara, sistem ekonomi disebut ekonomi pasar sosial.

Dengan jatuhnya tirai besi dan transisi dari negara-negara Blok Timur menuju pemerintahan yang demokratis dan menjunjung ekonomi pasar, ide tentang masyarakat pasca-industri dibawa ke dalam peran penting untuk menandai masuknya sektor jasa dalam industrialisasi, serta meningkatnya kebutuhan dan penilaian serta pengetahuan dan kreativitas untuk bisnis. Bahkan ide tentang masyarakat pasca-industri sudah dimulai sejak 70-an tetapi istilah tersebut baru digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan pertumbuhan ekonomi seperti China pada masa itu (istilah ini khusus digunakan oleh Bill Clinton dalam pidatonya tentang Republik Cina pada 1998).

Seiring dengan penyebaran Internet sebagai media massa dan media komunikasi terutama setelah 2000-2001, ide untuk Internet dan informasi ekonomi semakin memiliki tempat tersendiri karena semakin pentingnya e-commerce dan bisnis elektronik,.